@Jeonju High
School
hasil ulangan matematika kemarin akan segera di bagikan, songsaenim membagikanya. Yang pertama di panggil adalah taeyeon. “Kim Taeyeon kmu mendapatkan nilai A, selamat.” Taeyeon adalah seorang namja yang pandai matematika, itu membuatnya banyak dikagumi yeoja.
hasil ulangan matematika kemarin akan segera di bagikan, songsaenim membagikanya. Yang pertama di panggil adalah taeyeon. “Kim Taeyeon kmu mendapatkan nilai A, selamat.” Taeyeon adalah seorang namja yang pandai matematika, itu membuatnya banyak dikagumi yeoja.
“selanjutnya
Tiffany Hwang.” Tiffany berdiri dang tiba-tiba saenim memarahinya.
“Fany-ah bagaimana bisa kamu mendapatkan nilai c+.apa kamu tidak belajar?.” Semua mentertawai Tiffany. Dia hanya menunduk malu, “Jika kamu kesulitan tolong tanyakan jangan diam saja, lihatlah nilaimu yang terendah.” Saenim memarahinya. “Kalau begitu, Kim Taeyeon saenim harap kamu bisa mengajari Tiffany Hwang matematika”.
“Mwo? Andwe..aku sangat sibuk saenim.” Tae menolaknya
“yaa.. tae apa kamu mau Tiffany tidak naik kelas karena nilai matematikanya selalu merah.” Hyo nyamber kaya petir.
“iya benar, kasiahan dia.” Temanya-taemanya juga nyamber. #jeduerjeduer..
“aku tidak mau mengajari gadis bodoh sepertinya.” Mata taeyeon menunjuk pada tiffany.
“yaa.. aku juga tidak mau kalau yang mengajriku seorang namja gila.” Fany tak mau kalah.
“Kalau begitu, sepertinya kau tidak akan naik kelas karena nilai matematikamu selalu merah.” Saenim berkomentar.
“yaa.. kenapa begitu saenim.” Tiffany memasang muka sedihnya.
“Kalau hal seperti itu tidak ingin terjadi padamu, sebaiknya kau minta Taeyeon untuk mengajarimu.”
Saenim pergi meninggalkan kelas.
Taeyeon POV
“aish.. kenapa harus aku, menyebalkan sekali.” Gumamku dalam hati.
“Taeyeon-ah..” aku mendengar suara yeoja merengek menyebut namaku. Ternyata itu suara Tiffany merengek minta tolong supaya aku mau membantunya.
“hey, apa yang kau lakukan cepat minggir.” Aku mengusirnya dari hadapanku.
“taeyeon jebal, masa kau tega melihatku seperti orang bodoh.”
“Kau memang terlahir untuk menjadi bodoh bukan, hahah..” aku tertawa sinis. Sepertinya dia mulai memasang muka marah. Wajahnya bagaikan mengeluarkan api yang membara. Dan benar saja dia bertriak “yaaa.. taeyeon aku sudah memohon padamu, tapi kenapa kau bersikap seperti itu.” Suaranya membuat telingaku ingin lepas.
“Saat kau menabraku kemarin, kau tidak memberi maaf padaku dan kau seenaknya pergi begitu saja. Dan kini aku telah memaafkanmu. Tapi kau tidak mau menolongku sekarang.”
“aigoo.. itu salahmu, kau sendiri menyebrang tanpa melihat sekitarmu berjalan begitu saja.” Aku menyikapinya dengan sikap dingin.
Author pov
“Chakkaman, ada apa kalian ini. Kelas terasa kacau dengan suara kalian berdua.” Hyo menengahi. “lihatlah semua memandang dengan sinis kearah kalian berdua. Apa kalian tidak malu.” Jelas Hyoyeon. Tiffany membungkukkan badanya dan meminta maaf pada seisi kelas, “Jhoseohamnida”.
“tae kau juga cepat minta maaf?.” Hyo
“untuk apa, yang bertriak itu dia, kenapa aku juga harus minta maaf.” Egoisnya tae, haduhh.. Tiffany memandang tae sinis.
“begini saja, kalau memang Taeng tidak mau mengajarimu aku akan mengenalkanmu pada temanku saja dia juga pandai dalam soal matematika.”
“Jeongmal? hyo gomawo kau memang malaikatku.” Tiffany memasang eyesmailnya.
“senyum macam apa itu, apa itu senjata menaklukan namja yang dilakukan oleh gadis bodoh.” Taeyeon menyindirnya, (mungkin dia sangat menyukai eye smailnya hanya saja Tae jaim, haha).
“ggrr..” tiffany mengepalkan tanganya.
“Sudah, hentikan. Taeyeon kau jangan membuatnya marah, bersikaplah dewasa sedikit.” Hyo
“Fany-ah bagaimana bisa kamu mendapatkan nilai c+.apa kamu tidak belajar?.” Semua mentertawai Tiffany. Dia hanya menunduk malu, “Jika kamu kesulitan tolong tanyakan jangan diam saja, lihatlah nilaimu yang terendah.” Saenim memarahinya. “Kalau begitu, Kim Taeyeon saenim harap kamu bisa mengajari Tiffany Hwang matematika”.
“Mwo? Andwe..aku sangat sibuk saenim.” Tae menolaknya
“yaa.. tae apa kamu mau Tiffany tidak naik kelas karena nilai matematikanya selalu merah.” Hyo nyamber kaya petir.
“iya benar, kasiahan dia.” Temanya-taemanya juga nyamber. #jeduerjeduer..
“aku tidak mau mengajari gadis bodoh sepertinya.” Mata taeyeon menunjuk pada tiffany.
“yaa.. aku juga tidak mau kalau yang mengajriku seorang namja gila.” Fany tak mau kalah.
“Kalau begitu, sepertinya kau tidak akan naik kelas karena nilai matematikamu selalu merah.” Saenim berkomentar.
“yaa.. kenapa begitu saenim.” Tiffany memasang muka sedihnya.
“Kalau hal seperti itu tidak ingin terjadi padamu, sebaiknya kau minta Taeyeon untuk mengajarimu.”
Saenim pergi meninggalkan kelas.
Taeyeon POV
“aish.. kenapa harus aku, menyebalkan sekali.” Gumamku dalam hati.
“Taeyeon-ah..” aku mendengar suara yeoja merengek menyebut namaku. Ternyata itu suara Tiffany merengek minta tolong supaya aku mau membantunya.
“hey, apa yang kau lakukan cepat minggir.” Aku mengusirnya dari hadapanku.
“taeyeon jebal, masa kau tega melihatku seperti orang bodoh.”
“Kau memang terlahir untuk menjadi bodoh bukan, hahah..” aku tertawa sinis. Sepertinya dia mulai memasang muka marah. Wajahnya bagaikan mengeluarkan api yang membara. Dan benar saja dia bertriak “yaaa.. taeyeon aku sudah memohon padamu, tapi kenapa kau bersikap seperti itu.” Suaranya membuat telingaku ingin lepas.
“Saat kau menabraku kemarin, kau tidak memberi maaf padaku dan kau seenaknya pergi begitu saja. Dan kini aku telah memaafkanmu. Tapi kau tidak mau menolongku sekarang.”
“aigoo.. itu salahmu, kau sendiri menyebrang tanpa melihat sekitarmu berjalan begitu saja.” Aku menyikapinya dengan sikap dingin.
Author pov
“Chakkaman, ada apa kalian ini. Kelas terasa kacau dengan suara kalian berdua.” Hyo menengahi. “lihatlah semua memandang dengan sinis kearah kalian berdua. Apa kalian tidak malu.” Jelas Hyoyeon. Tiffany membungkukkan badanya dan meminta maaf pada seisi kelas, “Jhoseohamnida”.
“tae kau juga cepat minta maaf?.” Hyo
“untuk apa, yang bertriak itu dia, kenapa aku juga harus minta maaf.” Egoisnya tae, haduhh.. Tiffany memandang tae sinis.
“begini saja, kalau memang Taeng tidak mau mengajarimu aku akan mengenalkanmu pada temanku saja dia juga pandai dalam soal matematika.”
“Jeongmal? hyo gomawo kau memang malaikatku.” Tiffany memasang eyesmailnya.
“senyum macam apa itu, apa itu senjata menaklukan namja yang dilakukan oleh gadis bodoh.” Taeyeon menyindirnya, (mungkin dia sangat menyukai eye smailnya hanya saja Tae jaim, haha).
“ggrr..” tiffany mengepalkan tanganya.
“Sudah, hentikan. Taeyeon kau jangan membuatnya marah, bersikaplah dewasa sedikit.” Hyo
Hyoyeon pov
“Fany-ah besok aku akan mengenalkanmu dengan temanku itu.”
“nde hyoyeon gomawo. Kalau begitu aku pamit pulang dulu. Anyeong..” Tiffany pulang, karna jam sekolah sudah berakhir.
“Hyung, sebenarnya siapa yang akan kau kenalkan padanya?.” Tae penasaran.
“apa itu penting bagimu.” Mataku meliriknya.
“aniyoo, bukan begitu maksudku. Aku hanya penasaran saja siapa orang yang akan sanggup mengajari yeoja bodoh sepertinya.” Gambar tiffany dengan wajah bodoh terlintas di pikiranya
.
taeyeo tertawa membayangkanya.
“Aigoo.. kau ini kenapa selalu saja mengganggunya hah.!”
“Hyung kenapa kau slalu membelanya? Apa kaumenyukainya? Benarkan.”
“Bicara apa kau ini, kajja kita pulang. Hari sudah mulai gelap.” Ajaku, tapi tae terus saja menggodaku sampai akhirnya.. “Ige mwoyaa?!!!!” tae bertriak, matanya melotot seperti melihat hantu.
“aigoo.. mwo ya? Ada apa denganmu?.”
“hah! Jinjja! Siapa yang berani melakukan ini!!.” Taeyeon marah.
“sebenarnya apa yang terjadi.?” Aku heran melihat ekspresinya seperti orang bodoh.
“hyung lihatlah.” Sambil menunjuk kearah sepedanya.
“ahahaha... kenapa dengan ban sepedamu?.” Aku tertawa melihat kekonyolan yang terjadi.
Flashback
“nde hyoyeon gomawo. Kalau begitu aku pamit pulang dulu. Anyeong..” Tiffany pulang, karna jam sekolah sudah berakhir. Terlintas dipikiran untuk membalaskan dendamnya. Tiffany menuju parkiran sepeda, dia kenal sekali sepeda milik taeyeon.
Tiffany pov
“Taeyeon-ah, mianhae aku harus melakukan ini karna kau yang membuatku seperti ini.” Dengan penuh amarah, aku mencopot satu ban sepeda milik taeyeon, dan meninggalkanya pergi dengan penuh kemenangan karena dendamku tersampaikan. Hahaha,,,
Flashback end-
Author Pov
Taeyeon menuntun sepedanaya menuju rumah, meletakan ban sepeda itu di pundaknya seperti membawa tas. Di jalan Tiffany melihatnya langsung saja “Omona.. Taeyeon-ah apa yang terjadi dengan sepedamu?.” Taeyeon masih menahan amarahanya.
“yaa..Taeyeon kau terlihat seperti namja bodoh, hahah..” tiffany menertawakanya.
“aigoo.. kau pasti senang melihatku seperti orang bodoh bukan?.”
“hm geurea.” Aku mengangkat wajahku. “ahh..bagaimana tidak kau tertawa begitu lepas, karna kau yang melakukan ini semuakan?.” Taeyeon yakin.
“Mwo? Apa maksudmu?.”
“sudahlah lupakan! Kali ini aku aku tidak mau berurusan lagi denganmu.” Tae pergi.
“aigoo.. ada apa denganya, apa yang terjadi padanya?.” Tiffany sedikit peduli.
@Jeonju
High School“Fany-ah besok aku akan mengenalkanmu dengan temanku itu.”
“nde hyoyeon gomawo. Kalau begitu aku pamit pulang dulu. Anyeong..” Tiffany pulang, karna jam sekolah sudah berakhir.
“Hyung, sebenarnya siapa yang akan kau kenalkan padanya?.” Tae penasaran.
“apa itu penting bagimu.” Mataku meliriknya.
“aniyoo, bukan begitu maksudku. Aku hanya penasaran saja siapa orang yang akan sanggup mengajari yeoja bodoh sepertinya.” Gambar tiffany dengan wajah bodoh terlintas di pikiranya
.
taeyeo tertawa membayangkanya.“Aigoo.. kau ini kenapa selalu saja mengganggunya hah.!”
“Hyung kenapa kau slalu membelanya? Apa kaumenyukainya? Benarkan.”
“Bicara apa kau ini, kajja kita pulang. Hari sudah mulai gelap.” Ajaku, tapi tae terus saja menggodaku sampai akhirnya.. “Ige mwoyaa?!!!!” tae bertriak, matanya melotot seperti melihat hantu.
“aigoo.. mwo ya? Ada apa denganmu?.”
“hah! Jinjja! Siapa yang berani melakukan ini!!.” Taeyeon marah.
“sebenarnya apa yang terjadi.?” Aku heran melihat ekspresinya seperti orang bodoh.
“hyung lihatlah.” Sambil menunjuk kearah sepedanya.
“ahahaha... kenapa dengan ban sepedamu?.” Aku tertawa melihat kekonyolan yang terjadi.
Flashback
“nde hyoyeon gomawo. Kalau begitu aku pamit pulang dulu. Anyeong..” Tiffany pulang, karna jam sekolah sudah berakhir. Terlintas dipikiran untuk membalaskan dendamnya. Tiffany menuju parkiran sepeda, dia kenal sekali sepeda milik taeyeon.
Tiffany pov
“Taeyeon-ah, mianhae aku harus melakukan ini karna kau yang membuatku seperti ini.” Dengan penuh amarah, aku mencopot satu ban sepeda milik taeyeon, dan meninggalkanya pergi dengan penuh kemenangan karena dendamku tersampaikan. Hahaha,,,
Flashback end-
Author Pov
Taeyeon menuntun sepedanaya menuju rumah, meletakan ban sepeda itu di pundaknya seperti membawa tas. Di jalan Tiffany melihatnya langsung saja “Omona.. Taeyeon-ah apa yang terjadi dengan sepedamu?.” Taeyeon masih menahan amarahanya.
“yaa..Taeyeon kau terlihat seperti namja bodoh, hahah..” tiffany menertawakanya.
“aigoo.. kau pasti senang melihatku seperti orang bodoh bukan?.”
“hm geurea.” Aku mengangkat wajahku. “ahh..bagaimana tidak kau tertawa begitu lepas, karna kau yang melakukan ini semuakan?.” Taeyeon yakin.
“Mwo? Apa maksudmu?.”
“sudahlah lupakan! Kali ini aku aku tidak mau berurusan lagi denganmu.” Tae pergi.
“aigoo.. ada apa denganya, apa yang terjadi padanya?.” Tiffany sedikit peduli.
Tiffany pov
“Fany-ah, palli..” sepertinya hyoyeon memanggilku.
“nde.” Aku mendekat. Hyo terlihat bersama seorang namja, sepertinya dia yang akan mengajariku.
“mwo hyo?.”
“Fany kenalkan ini adalah Donghae, dia yang akan mengajarimu matematika.” Hyo mengenalkan. Namja itu membalikan badanya, aku terpesona melihat namja yang ada dihadapanku saat ini. “anyeonghaseo.” Aku membuka salam perkenalan lebih dulu. “Nde, anyeong. Apa ini yang namanya Tiffany?. “ah ye, naneun Tiffany Hwang imnida.” Aku membungkukan badan.
“ternyata benar yang dikatakan Hyo, benar-benar cantik.” Donghae memuji.
“oppa Donghae adalah senior, dia adalah ketua tim basket disekolah kita.” Jelas Hyo. Omona, namja ini terlihat seperti pangeran, dia memiliki karisma tersendiri tidak seperti namja gila itu. aigoo kenapa dia yang terlintas di pikiranku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar